Minggu, 19 Februari 2012

Suka Membaca dan Menulis, Wadahnya FLP

Aku gemar membaca sejak mengenal majalah Annida. Saat itu aku masih duduk di bangku kelas 1 SMA yaitu pada tahun 1996. Aku mendapatkan majalah annida juga tidak sengaja karena ada temanku membawa majalah tersebut di kelas. Aku pun meminjamnya untuk dibaca. Cerita-ceritanya pun sangat mencerahkan dan menggugah jiwa. Karena sangat menarik untuk dibaca, aku pun berlangganan majalah Annida.
Berlangganan majalah Annida berlangsung hingga aku kuliah. Sampai-sampai teman satu kosku menjulukiku si Kutu Buku karena seringnya aku membaca majalah itu dan buku-buku lainnya. Majalah-majalah Annida pun terkumpul banyak sekali hingga aku menjilidnya menjadi 4 buah bendel. Tulisan-tulisannya pun banyak mempengaruhi aku dalam kehidupan sehari-hari. Majalah ini pun salah satu bacaan yang mendukungku mendapatkan hidayah dari Allah yaitu mengenakan jilbab dan pastinya ditambah dukungan dari mengikuti kajian di Sekolah Menengah Atas.
Karena kebiasaanku yang suka membaca, aku pun mulai gemar membeli dan membaca buku-buku Islami, buku motivasi, novel, kumpulan cerpen, dan lain-lain. Kebiasaan membaca mengatarkanku untuk menyukai dunia menulis. Aku pun mencoba menulis untuk mengikuti lomba-lomba menulis di setiap ada event lomba menulis baik cerpen atau essai. Saat itu mendapatkan informasi lomba menulis sangat sulit.
Mencari informasi lomba menulis hanya mengandalkan dari majalah Annida dan Sabili saja. Jika tidak dari majalah tersebut tidak akan mendapatkan. Mengirim naskah pun dulu via pos belum ada kirim naskah lombal melalui via email.
Karena belum mempunyai notebook, aku pun berlatih menulis lewat kertas. Setelah selesai menulis ulang kembali ke komputer dan pergi ke rentalan komputer atau warnet.
Aku pun mendapatkan informasi komunitas kepenulisan yaitu Forum Lingkar Pena (FLP) juga dari majalah Annida. Saat aku masih kuliah belum bisa masuk ke FLP karena ada beberapa kendala. Pada tahun 2007 tidak sengaja ngobrol-ngobrol dengan anak Bekasi pada acara lowongan kerja, dia menawariku untuk bergabung di FLP Bekasi yang saat itu sedang merekrut anggota baru. Mendengar tawaran tersebut aku senang sekali dan aku pun langsung mendaftar. Gabung ke komunitas tersebut adalah keinginanku sejak dulu, sejak masih kuliah tetapi Allah belum mengijinkanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar